Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dari Topeng Malangan hingga Gamelan: Sanggar Ngesti Pandawa & Kolaborasi KKN-T UNIRA Go Digital

PAKISAJI, MALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata – Tematik (KKN-T) Kelompok 6 Universitas Islam Raden Rahmat turut andil dalam  memeriahkan Sanggar Seni Ngesti Pandawa yang telah menjadi salah satu ikon pelestarian budaya di Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Sanggar ini, berlokasi di Dusun Lowok RT 001/RW 001, telah menjadi pusat edukasi dan pertunjukan seni tradisional Jawa, khususnya Tari Topeng Malangan, sejak dirintis untuk menjaga warisan leluhur di tengah arus modernisasi.

Kehadiran sanggar bukan sekadar tempat latihan, melainkan ruang hidup bagi regenerasi seniman muda. Dengan visi menjadi pusat edukasi seni tradisional Jawa yang berkelanjutan dan adaptif, Ngesti Pandawa rutin menggelar kelas tari topeng, gamelan, serta pembuatan topeng bagi anak-anak dan pelajar di sekolah-sekolah sekitar. Koleksi topengnya yang kaya mulai dari karakter Panji, Klana, hingga tokoh-tokoh wayang menjadi bukti komitmen pelestarian seni Malangan yang hampir punah. Paket edukasi budaya mereka menawarkan pengalaman langsung: belajar gerak tari, mengenal sejarah topeng, hingga membuat souvenir topeng, yang telah menarik minat wisatawan dan komunitas.

Mahasiswa KKN-T 06 Universitas Islam Raden Rahmat bersama Sanggar Seni Ngesti Pandawa

Potensi besar ini mendapat perhatian khusus dari mahasiswa KKN-T Unira Malang Kelompok 6. Bersama Pemerintah Desa Permanu dan Pokdarwis, para mahasiswa turun tangan membantu sanggar bertransformasi ke ranah digital. Melalui program dokumentasi karya, pembuatan konten media sosial, serta promosi paket wisata budaya, mereka berupaya memperkenalkan Tari Topeng Malangan kepada generasi milenial. Harapannya, sanggar ini tidak hanya menjadi tempat latihan, melainkan destinasi wisata budaya unggulan Desa Permanu seperti halnya usaha seni kaligrafi yang telah menjadi salah satu paket wisata desa sehingga warisan tradisi tetap hidup dan mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Mahasiswa KKN-T 06 Universitas Islam Raden Rahmat bersama Sanggar Seni Ngesti Pandawa

Lebih dari sekadar seni, Sanggar Ngesti Pandawa membuktikan bahwa pelestarian budaya bisa berjalan selaras dengan perkembangan zaman. Dengan bantuan mahasiswa KKN-T Unira Malang Kelompok 6, langkah mereka kini semakin lebar menjangkau audiens yang lebih luas, menjaga agar Tari Topeng Malangan terus bernapas di tengah hiruk-pikuk modernitas.

1 Comment

Leave a comment