Skip to content Skip to footer
KategoriWayang Topeng – Tokoh Raja (Antagonis)Asal KisahWayang Purwa (berdasarkan epos Panji dan Mahabharata)WatakSombong – Ajigung (merasa paling mulia) – Ajiguna (merasa paling berjasa)Share

Deskripsi Katalog :

Prabu Klono Sewandono adalah representasi dari seorang raja yang penuh percaya diri, namun terperangkap dalam keangkuhan dan hasrat berkuasa. Dalam narasi klasik Wayang Purwa, Klono hadir sebagai tokoh yang agung dalam tampilan, tetapi rapuh dalam kebijaksanaan. Ia mengklaim segala kemuliaan dan kejayaan sebagai miliknya semata, menjadikannya simbol dari sosok pemimpin yang terperosok dalam egosentrisme.

Topeng Klono diukir dengan raut wajah tajam dan tegas alis melengkung, mata melotot, serta bibir mengatup rapat menyiratkan watak keras dan angkuh. Warna dominan merah atau emas memperkuat aura kekuasaan dan ambisi. Gerak tariannya penuh tenaga dan gagah, namun kehilangan kelembutan menandai jiwa yang terhijab oleh kesombongan.

Makna Artistik dan Filosofis :

Dalam tradisi Wayang Topeng, kehadiran Klono bukan sekadar sebagai tokoh antagonis, melainkan sebagai cermin bagi manusia dan pemimpin masa kini: bahwa kekuasaan tanpa kebijaksanaan akan menjadi bara yang membakar diri sendiri. Ia menjadi pengingat, bahwa kejayaan sejati tidak lahir dari kesombongan, melainkan dari kerendahan hati dan welas asih.

Catatan Kuratorial:

Topeng Klono merupakan salah satu karya khas dalam seni pertunjukan Wayang Topeng Malang, yang secara turun-temurun diwariskan di tanah Jawa Timur. Pementasannya kerap membuka ruang kontemplatif bagi penonton, menghadirkan dialog antara estetika gerak dan pesan moral dalam bingkai budaya tradisi.